Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu Masa Itu: Ingin Kembali ke Minggu yang Dulu

Tak terasa sudah sangat jauh perjalan hidupku ini. Tak terasa pula umurku kian hari kian tambah sehingga masa kecil yang dilewati hanya menjadi kenangan manis yang menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah ku kenang. Kisah – kisah masa kecil menjadi sebuah penghibur diri hingga membuatku tersenyum sendiri. Kisah lucu dan kisah – kisah unik bersama teman – teman masa kecil serasa ingin ku ulang kembali. Masa kecil adalah masa yang paling membahagiakan karena aku tak mengenal namanya masalah, overthinking , apa itu toxic , cinta yang memusingkan atau segala sesuatu tentang bangsa ini. Masa kecil dulu aku lebih banyak bermimpi dan berharap menjadi orang – orang sukses. Masa kecil dimana mimpi menjadi hal yang paling indah untuk di tanyakan saat apapun dan dimanapun. Sekarang?? Hashhh gak usah ditanya, kita sama. Akan ku goreskan kenangan itu, tak hanya di dalam ingatan, tapi juga dalam rangkaian kata-kata yang menjadi sebuah kisah, kisah masa kecilku. Begitu banyaknya, hingga...

PERUSAHAAN SAWIT BERBASIS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) WUJUDKAN INDONESIA HEBAT

Hal yang diperlukan bangsa ini adalah rasa bangga akan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di wilayah nusantara. Kenapa harus bangga? karena kelapa sawit merupakan salah satu hasil perkebunan yang penting bagi manusia. Sebagian besar kebutuhan sehari-hari manusia selama 24 jam berasal dari kelapa sawit, sehingga kita tidak perlu pergi jauh-jauh untuk mencarinya. Perlu kita ketahui bahwa industri minyak sawit di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Perkembangan kelapa sawit sampai saat ini telah memberikan peranan yang penting dalam bidang perekonomian nasional. Terlihat bahwa Indonesia bersama Malaysia saat ini menguasai sekitar 85 persen produksi minyak kelapa sawit dunia.   Perkebunan kelapa sawit saat ini luasannya lebih dari 11 juta ha, dengan sekitar 60 persennya oleh perusahaan dan 40 persennya perkebunan rakyat. Perusahaan kelapa sawit telah menyerap lebih dari 8,2 juta orang yang terdiri dari tenaga kerja sawit rakyat, karyawan perusahaan perkebunan,...

#SEJUTABUDAYAJOGJA: MENJAGA EKSISTENSI BUDAYA LOKAL YOGYAKARTA

Ketika tugas dan pekerjaan terus berdatangan, membuat penat tak karuan, kayanya kamu sedang butuh liburan. Jangan sungkan-sungkan. Hentikan sejenak apa yang sedang kamu kerjakan. Biarkan suasana baru merefresh otakmu. Jika kamu bingung pilih tempat liburan, Kota Yogyakarta bisa masuk daftar pilihan. Jika kamu ke Yogyakarta, kamu harus ingat satu hal. Sekarang sudah zaman digital. Liburan tiada seru tanpa menggenggam ponsel pintar andal. Ya, sebuah benda yang akan membuat foto-foto liburanmu tampil apik di galeri media sosial. Eitts, sebelum di posting boleh lah pakai tagar #SEJUTABUDAYAJOGJA. *** Kota di Indonesia yang telah lama menjadi sorotan publik selain Bali adalah Yogyakarta. Keberadaannya yang istimewa masih menganut sistem kerajaan menjadi salah satu penyebab masyarakat berbondong-bondong datang ke Kota ini. Agar liburanmu makin istimewa, sebaiknya kamu unduh aplikasi Jogja Istimewa yang diluncurkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika terlebih dahulu. Aplikasi ...

MENUJU IBU KOTA MASA DEPAN DENGAN ENAM INDIKATOR SMART CITY

Isu pemindahan ibu kota kian sering didengungkan di berbagai media massa. Bersamaan dengan itu, media juga memberitakan kondisi Jakarta yang kian memprihatinkan dengan berbagai masalah yang terus berdatangan. Dari kemacetan, kepadatan penduduk, masalah air bersih, sampai polusi yang mengancam kesehatan. Hal ini membuat Ibu Kota Jakarta semakin tidak layak huni. Pasalnya, semakin banyak penyakit yang datang menghinggapi warganya setiap hari. Namun, pemindahan ibu kota bukanlah ide reaktif yang semata-mata berangkat dari permasalahan Ibu Kota Jakarta. Usulan agenda pemindahan ibu kota merupakan bagian dari isi visi Indonesia 2033 dan sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024. Selain itu, mewujudkan nilai prinsip, soal pemerataan, keadilan, dan keseimbangan pembangunan agar mengubah mindset dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris. Ibu kota perlu dipindah agar setiap pemerintahan di masa yang akan datang bisa melangkah konsisten, terhindar dari berbagai langkah paradoks dalam mencapai...

Teman Gagal Mengantar, Kereta Api Bandara Solusinya

Rik ada badnews , tiba-tiba saya disuruh bos ke Jogja besok pagi Kalimat di atas terdengar ditelingaku saat aku baru masuk mobilnya. Sederhana dan terdengar biasa perkatannya. Temanku dengan muka konyolnya mengatakan begitu saja. Yang saat itu sudah ada niatan akan mengantarku ke Bandara Soekarno-Hatta besok lusa. Namun, ia tiba-tiba ditelpon bosnya untuk pergi ke Jogja. Awal tahun kemarin saya menang lomba, walaupun sebagai second winner  tetapi hadiahnya tidak tanggung-tanggung, liburan ketiga negara: Thailand, Malaysia, dan Singapura. Benar, negeri tetangga yang terlihat dekat di peta namun jauh dipandang mata.  Titik kumpul di Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan teman saya yang akan mengantar ke bandara pergi ke Jogja. Tapi tenang saja, kini semakin mudah melakukan perjalanan di Ibukota Jakarta, salah satunya ke Bandara Soekarna Hatta menggunakan KA Bandara Railink. KA Bandara Railink hadir sebagai salah satu alternatif transportasi dari dan menuju Bandara y...

REFINERY GARAM DAN SISTEM LAHAN TERTUTUP DENGAN MEREVITALISASI DANA DESA GUNA MEWUJUDKAN SWASEMBADA GARAM YANG BERKELANJUTAN

Garam adalah suatu bahan kimia yang penting karena dibutuhkan dalam berbagai sektor, baik sektor rumah tangga ataupun sektor industri. Kebutuhan garam nasional pada tahun 2018 menurut data KPP sebanyak 4,2 juta ton yang terdiri atas kebutuhan garam industri dan garam konsumsi (Pratama, 2018). Sedangkan pada tahun yang sama produksi garam hanya 2,71 juta ton (Ambari, 2019). Permasalahan yang timbul saat ini bahwa produksi garam kurang menutupi kebutuhan garam nasional. Selain itu, kurangnya kualitas dan kuantitas produksi garam terhadap kebutuhan garam nasional, seiring dengan bertambahnya penduduk dan pesatnya perkembangan industri. Sebagai negara kepulauan, setiap daerah di Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi garam. Bahkan, I ndonesia berpeluang besar karena memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Disisi lain, adanya dana desa membawa angin segar bagi daerah-daerah di Indonesia. Hal ini merupakan perwujudan dari pemerintah dengan nawacita membangu...